Minggu, 18 November 2018

Dumai, 18 November 2018

Akhir-akhir ini entah kenapa aku selalu mendapatkan mimpi tentang dia...

Yaa, diaa

Dia yang saat ini mungkin sudah bahagia dengan seseorang yang baru dikenalnya

Satu Minggu aku habiskan waktu libur bersama keluarga di Bandung, bertemu dengan kawan lama dan mengantar berobat orang tua ke Tasikmalaya.

Hari Minggu aku beranjak ke BSD, selanjutnya keesokan harinya aku pergi ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing Tugas Akhir dan dengan masih cerita yang sama.

Kemudian aku sempatkan berkunjung ke rumah teman ku di Bekasi yang mana dulu aku dan dia pernah pergi bersama ke rumahnya setelah kegiatan Radana Run tahun 2016. Sebenarnya pada saat itu aku meminta teman ku itu untuk menjadi wali ku dengan harapan aku dapat bersamanya dengan dia.

Hari terakhir ku di Jakarta sebelum beranjak ke Dumai kusempatkan berkunjung ke kantor lama ku di Bogor dan Jakarta untuk berjumpa dengan Mas Adi dan Bu Dini yang sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu.

Waktu mengalir begitu cepat apalagi ketika aku berada di kantor lama ku di Jakarta, berharap untuk dapat bertemu dengan dia secara tidak sengaja tapi justru aku bertemu dengan kawan lama ku disana dan aku sempat di bully karena aku yang tertolak ini hahaha dasar  mbak eja dan mbak piput, aku habis di bully nya, tapi yaa itu lah kondisi ku sekarang sehingga akhirnya hampir semua orang tahu status ku ini.

Barankali ini mewakilimu, maka saya tuliskan.

Aku tahu kamu punya rasa kepada ku. Aku juga senang dengan kenyataan itu. Tapi, kamu harus tahu kamu punya seseorang dan aku masih sendiri.,Itulah kenapa kita harus memilih jalan bersimpang. Kembali ke jalur masing-masing, kembali menjadi dua orang asing.

Memang betul tak ada yang salah dengan perasaan. Hanya saja, menerima perasaanmu adalah cara ku menyakiti perasaan seseorang, yang mungkin saja lebih dalam dari apa yang aku rasakan. Bukan maksud mendangkalkan apa yang ada, kita bertemu di waktu yang tidak tepat. Kita harus sepakat untuk tidak menjalin dan tidak mengikat.

Teruskanlah perjalananmu. Biar aku lanjutkan langkah-langkah ini. Kamu pasti nanti mengerti, kenapa aku memilih untuk tidak melanjutkan usaha atau perjuangan. Kamu nanti pasti akan paham, kenapa aku lebih mencoba mengabaikanmu meski perasaanmu cukup dalam.

Aku tetap menghargai mu, karena kamu sangat berharga. Mungkin kita hanya sedang tidak saling membutuhkan. Kita sebatas saling ingin mencoba, bukan untuk bertahan sepanjang usia.

Jika tawaran hanya itu, seseorang yang bersamamu sudah mengikat lebih dulu. Seseorang yang nanti akan bersamaku juga nanti sudah lebih dalam menanam dirinya di diriku.

Aku adalah seseorang pria yang akan jatuh hati pada seorang wanita yang memerlukan waktu yang tidak sebentar, apalagi untuk urusan melupakan, rasanya tidak mudah.

Yaa entah apa dengan arti semua mimpi ini...

All is well
keep moving forward