2015
|
|
23 Juni
|
Awal pertama aku melihatmu di Kota Jakarta, saat itu kita sedang
mengikuti tes Tahap 2 Rekrutmen Jasindo.
|
29 Agustus
|
Kali kedua di Kota Jakarta kita berada dalam satu kegiatan yang sama
lagi untuk mengikuti tes Kesehatan Rekrutmen Jasindo.
|
21 September
– 12 Oktober
|
Banzai, selamat kita lulus untuk bekerja di perusahaan BUMN
Kemudian 1,5 bulan kita di Cisarua - Bogor untuk mengikuti kegiatan training.
Aku mulai mengamati mu dari jarak jauh dan aku sadar fokus mu hanya
tertuju pada satu orang dan yang jelas itu bukan aku.
|
19 Oktober
|
Kita menerima SK penempatan Kerja, Kota Bogor
dan aku menerima blue tosca
card holder dari pembagian tukar kado.
|
2016
|
|
Oktober 2015
–
8 April 2016
– September 2016
|
Ini tulisan di blog ku, 11 Februari 2017
Berawal dari Kota Hujan,
aku dipertemukan dengannya kembali entah karena ketidaksengajaan atau memang
sudah jalannya kami bertemu.
Tujuh bulan berlalu pada
saat itu aku tetap pada fokus utama yakni bekerja, berusaha dan fokus
dengan studi S2 ku, tak pernah sedikit
pun terbayang akan muncul perasaan yang sudah lama hilang sejak tahun 2012
dan 2008.
Meskipun banyak moment
yang sudah terlewati saat itu mulai dari emosi, amarah, tangis, tawa, canda
dan tapi ya mungkin karena pada dasarnya niat itu belum ada sehingga usaha
pun tak pernah ada.
Selamat ulang tahun yang
ke 24
Namun perasaan itu mulai
hadir ketika aku melewati hari-hari setelah aktifitas pekerjaan, aku sadar
bahwa dirinya adalah seseorang yang rajin dalam ibadah (shalat duha, shalat
wajib, shalat sunat, puasa dsb), orang yang cerdas, mandiri, kreatif, dewasa,
memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik.
Pada saat malam itu dia
sedang asyik bekerja dengan kardus, kertas kado, gunting dan lem. Awalnya
saat itu entah apa yang akan dia buatnya karena aku saat itu sedang fokus
bermain game. Ketika itu dia belum pulang karena yang kutahu orang tua-nya
yang seharusnya dijadwalkan berkunjung tiba-tiba batal. Jujur, fokus ku telah
teralihkan ketika dia mulai serius mengerjakan barang kerajiannya itu,
melihat fokus matanya yang indah, gerakan tangannya yang gemulai
menyelesaikan box file ala-ala negeri gingseng.. Wooow hasilnya pun sangat
bagus, dari kedua tangannya itu dihasilkan karya yang rapih dan kereen,
pernah aku meminta box itu sebagai salah satu birthday wish yang ke 25 tapi rasanya itu tidak terkabul
hahahaa how pity am i.. :")
tapi itu merupakan suatu
kreativitas yang kereen sekali, mengubah barang tidak terpakai menjadi barang
yang berguna dan baru tahu juga kalo ternyata dia pandai menyulam, wuihh i
think she is an extra ordinary women
Bulan kedelapan hingga
seterusnya, damn rasa sayang dan nyaman itu mulai ada, usaha dan apa pun itu
yang selalu aku lakukan ketika fase ini hadir lagi dalam hari-hari ku,
ABCDEFG aku akan melakukan apapun untuk membuatnya tersenyum dan membuat dia
merasa aman
semenjak malam itu, aku
mulai memperhatikannya tapi sayang perhatian ku rasanya itu bertepuk sebelah tangan,
karakter kita yang terlihat berbeda, padahal dari unsur bumi, aku itu air dan
dia itu api yang seharusnya saling melengkapi namun kenyataannya tidak
|
18 September
2016
|
Banzai, kita pindah ke Kantor Pusat
Alhamdulillah, untuk sementara bisa terlepas dari beban tugas seorang
pemasaran
Jujur setelah melewai kejadian yang membuat mu menangis ketika masih
menjadi seorang marketing, dari situ aku mulai berusaha untuk membantu diri
mu dengan apa yang bisa kubantu semaksimal mungkin, semoga kejadian itu tidak
pernah terulang kembali.
|
2017
|
|
1 Januari –
8 April 2017
– 12 Oktober
2017
|
Aku merayakan tahun baru di Surabaya dengan niat awal untuk bertemu
dengan mu, bertemu dengan kedua orang tua mu untuk menyampaikan bahwa aku
ingin menjaga dirimu
Namun sayang kesempatan itu tidak datang dan yang menjadi saksi bisu
itu hanya tulisan di tembok di yello hotel di daerah jemur sari, semoga itu
masih ada..
Selepas dari kota Surabaya, kota pahlawan itu aku sedikit-sedikit
mulai mengerti tentang perbedaan yang ada pada diri kita. Kamu dibesarkan
oleh keluarga yang memiliki pendidikan tinggi dan berada namun aku justru
hanya kebalikannya.
Aku dulu pernah sekali mencoba mengajak mu bertemu dengan orang tua
ku saat masih di Bogor, tujuan ku hanya satu saat itu, hanya ingin
mengenalkan mu kepada keluarga agar kamu melihat kondisi keluarga ku. Tidak
pernah kan aku bercerita tentang keluarga ku selama ini. aku hanya ingin
jujur apa adanya saat itu agar dirimu bisa mengenal sedikit-sedikit tentang
ku yang hampir atau bahkan jarang bercerita. Tapi saat itu kamu menolak ajak
an ku itu
Kamu sendiri yang pernah bilang, bahwasanya kamu pun ingin memilih
yang terbaik jika ada seseorang yang datang padamu. Aku hanya ingin
memberikan sebuah kepastian untuk pertimbanganmu.
Mendengar cerita pengorbanan dan perjuangan Ayah mu untuk bersama Ibu
mu, rasanya sulit bagiku untuk bisa menyamai pengorbanan yang sama. Kita
punya jalannya masing-masing.
Aku selalu bercerita tentang perasaan ku pada mu kepada Mba Avi &
Bu Dini, untuk mendengarkan pendapat dan masukannya. Mba Avi pun pernah
bercerita tentang rasa tidak nyamannya dirimu kepada ku saat kita masih di
Bogor.
Awal tahun pun saat acara perpisahan Bu Dini dari Bogor menuju gunung
mas, saat itu akan sangat antusias untuk bisa ikut karena aku tahu kamu ikut.
Tapi Ada yang berkehendak lain, dimana ayah ku masuk rumah sakit.
Selamat ulang tahun yang
ke 25
Kemudian Aku yang selalu bermain bersama dengan teman-teman Askeu,
coba mendekati Mba Eza, dengan tujuan sama yaitu berharap agar Askeu bisa
spin off dan aku ingin gabung dengan tim itu. Agar jurang pemisah yang ada
saat itu (perjanjian kerja bersama) antara sesama karyawan bisa aku lewati.
Aku yang selalu diam ketika berada diantara teman-teman angkatan juga
karena aku tahu mereka akan memihak kepada mu, mereka teman-teman baik mu.
Aku tidak ingin ada perselisihan yang timbul seperti saat-saat kita ada di
Bogor. Aku hanya selalu bisa mendukung mu untuk setiap kegiatan mu.
Aku yang mencoba menggali informasi dari ka fera mengenai hubungannya
dengan ka rico yang dulu notaben nya mereka satu angkatan yang jadian. Aku
juga yang coba menggali informasi dari Ibu Eny dengan almarhum suaminya yang
juga dulu satu angkatan yang berhasil maju ke jenjang pernikahan.
Dan aku yang selalu bercerita tentang usaha-usaha ku kepada titus dan
rido.
Ketika setiap usaha ku untuk mendekatimu selalu berakhir dengan
penolakan, setiap komunikasi terkadang tak kunjung ada balasan, dari situ aku
jadi berpikir kalo aku mungkin hanya bisa berkomunikasi satu arah, lewat grup
holiday~, mencoba untuk mengabari
setiap kegiatan ku diluar kantor, agar tidak ada informasi yang terlewatkan.
Bertahan dengan kondisi itu tanpa ada kabar sedikit pun dari mu,
bukan lah hal yang sebenarnya aku harapkan.
Lambat laun pun engkau seolah menghilang dari jangkauan ku dan aku
sadar bahwa kau mungkin sedang bersama dengan orang yang sekarang menjadi
prioritas mu. Mau bagaimana pun aku turut senang jika itu memang pilihan mu.
Sungguh beruntung ia yang selalu mendapatkan kabar dari mu, yang
selalu bisa diandalkan, walaupun yang aku tahu dirimu sangat mandiri.
Sekarang usaha dan perjuangan
itu hanya ada dalam sebuah doa yang selalu aku panjakan pada-Nya.
“Tugas ku hanya sebatas
mencintai, bukan memaksa agar dicintai. Aku percaya setiap hati pasti ada
pemiliknya masing-masing dan seandainya pemilik hati kamu adalah aku, kemana
pun kamu pergi, hati itu akan kembali ke pemilik sejatinya dan Allah punya
seribu cara untuk mendekatkan kita lagi” Quote
Happy Ending?
I hope so..
|
Semua dari apa yang ada di dalam tulisan ini merupakan kisah dari pengalaman hidup saya. Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mungkin tidak dapat saya sebutkan satu persatu namun telah memberikan insipirasi yang begitu luar biasa ke dalam hidup yang sedang saya jalani ini.
Sabtu, 14 Oktober 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar