Sabtu, 14 Oktober 2017

2015

23 Juni
Awal pertama aku melihatmu di Kota Jakarta, saat itu kita sedang mengikuti tes Tahap 2 Rekrutmen Jasindo.

29 Agustus
Kali kedua di Kota Jakarta kita berada dalam satu kegiatan yang sama lagi untuk mengikuti tes Kesehatan Rekrutmen Jasindo.



21 September – 12 Oktober
Banzai, selamat kita lulus untuk bekerja di perusahaan BUMN
Kemudian 1,5 bulan kita di Cisarua - Bogor untuk mengikuti kegiatan training.

Aku mulai mengamati mu dari jarak jauh dan aku sadar fokus mu hanya tertuju pada satu orang dan yang jelas itu bukan aku.

19 Oktober
Kita menerima SK penempatan Kerja, Kota Bogor
dan aku menerima blue tosca card holder dari pembagian tukar kado.

2016

Oktober  2015  –












8 April 2016












–  September 2016
Ini tulisan di blog ku, 11 Februari 2017

Berawal dari Kota Hujan, aku dipertemukan dengannya kembali entah karena ketidaksengajaan atau memang sudah jalannya kami bertemu.

Tujuh bulan berlalu pada saat itu aku tetap pada fokus utama yakni bekerja, berusaha dan fokus dengan  studi S2 ku, tak pernah sedikit pun terbayang akan muncul perasaan yang sudah lama hilang sejak tahun 2012 dan 2008.

Meskipun banyak moment yang sudah terlewati saat itu mulai dari emosi, amarah, tangis, tawa, canda dan tapi ya mungkin karena pada dasarnya niat itu belum ada sehingga usaha pun tak pernah ada.

Selamat ulang tahun yang ke 24

Namun perasaan itu mulai hadir ketika aku melewati hari-hari setelah aktifitas pekerjaan, aku sadar bahwa dirinya adalah seseorang yang rajin dalam ibadah (shalat duha, shalat wajib, shalat sunat, puasa dsb), orang yang cerdas, mandiri, kreatif, dewasa, memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik.

Pada saat malam itu dia sedang asyik bekerja dengan kardus, kertas kado, gunting dan lem. Awalnya saat itu entah apa yang akan dia buatnya karena aku saat itu sedang fokus bermain game. Ketika itu dia belum pulang karena yang kutahu orang tua-nya yang seharusnya dijadwalkan berkunjung tiba-tiba batal. Jujur, fokus ku telah teralihkan ketika dia mulai serius mengerjakan barang kerajiannya itu, melihat fokus matanya yang indah, gerakan tangannya yang gemulai menyelesaikan box file ala-ala negeri gingseng.. Wooow hasilnya pun sangat bagus, dari kedua tangannya itu dihasilkan karya yang rapih dan kereen, pernah aku meminta box itu sebagai salah satu birthday wish  yang ke 25 tapi rasanya itu tidak terkabul hahahaa how pity am i.. :")
tapi itu merupakan suatu kreativitas yang kereen sekali, mengubah barang tidak terpakai menjadi barang yang berguna dan baru tahu juga kalo ternyata dia pandai menyulam, wuihh i think she is an extra ordinary women

Bulan kedelapan hingga seterusnya, damn rasa sayang dan nyaman itu mulai ada, usaha dan apa pun itu yang selalu aku lakukan ketika fase ini hadir lagi dalam hari-hari ku, ABCDEFG aku akan melakukan apapun untuk membuatnya tersenyum dan membuat dia merasa aman

semenjak malam itu, aku mulai memperhatikannya tapi sayang perhatian ku  rasanya itu bertepuk sebelah tangan, karakter kita yang terlihat berbeda, padahal dari unsur bumi, aku itu air dan dia itu api yang seharusnya saling melengkapi namun kenyataannya tidak

18 September 2016
Banzai, kita pindah ke Kantor Pusat
Alhamdulillah, untuk sementara bisa terlepas dari beban tugas seorang pemasaran

Jujur setelah melewai kejadian yang membuat mu menangis ketika masih menjadi seorang marketing, dari situ aku mulai berusaha untuk membantu diri mu dengan apa yang bisa kubantu semaksimal mungkin, semoga kejadian itu tidak pernah terulang kembali.

2017

1 Januari































 8 April 2017






























– 12 Oktober  2017
Aku merayakan tahun baru di Surabaya dengan niat awal untuk bertemu dengan mu, bertemu dengan kedua orang tua mu untuk menyampaikan bahwa aku ingin menjaga dirimu
Namun sayang kesempatan itu tidak datang dan yang menjadi saksi bisu itu hanya tulisan di tembok di yello hotel di daerah jemur sari, semoga itu masih ada..

Selepas dari kota Surabaya, kota pahlawan itu aku sedikit-sedikit mulai mengerti tentang perbedaan yang ada pada diri kita. Kamu dibesarkan oleh keluarga yang memiliki pendidikan tinggi dan berada namun aku justru hanya kebalikannya.

Aku dulu pernah sekali mencoba mengajak mu bertemu dengan orang tua ku saat masih di Bogor, tujuan ku hanya satu saat itu, hanya ingin mengenalkan mu kepada keluarga agar kamu melihat kondisi keluarga ku. Tidak pernah kan aku bercerita tentang keluarga ku selama ini. aku hanya ingin jujur apa adanya saat itu agar dirimu bisa mengenal sedikit-sedikit tentang ku yang hampir atau bahkan jarang bercerita. Tapi saat itu kamu menolak ajak an ku itu

Kamu sendiri yang pernah bilang, bahwasanya kamu pun ingin memilih yang terbaik jika ada seseorang yang datang padamu. Aku hanya ingin memberikan sebuah kepastian untuk pertimbanganmu.

Mendengar cerita pengorbanan dan perjuangan Ayah mu untuk bersama Ibu mu, rasanya sulit bagiku untuk bisa menyamai pengorbanan yang sama. Kita punya jalannya masing-masing.

Aku selalu bercerita tentang perasaan ku pada mu kepada Mba Avi & Bu Dini, untuk mendengarkan pendapat dan masukannya. Mba Avi pun pernah bercerita tentang rasa tidak nyamannya dirimu kepada ku saat kita masih di Bogor.

Awal tahun pun saat acara perpisahan Bu Dini dari Bogor menuju gunung mas, saat itu akan sangat antusias untuk bisa ikut karena aku tahu kamu ikut. Tapi Ada yang berkehendak lain, dimana ayah ku masuk rumah sakit.

Selamat ulang tahun yang ke 25

Kemudian Aku yang selalu bermain bersama dengan teman-teman Askeu, coba mendekati Mba Eza, dengan tujuan sama yaitu berharap agar Askeu bisa spin off dan aku ingin gabung dengan tim itu. Agar jurang pemisah yang ada saat itu (perjanjian kerja bersama) antara sesama karyawan bisa aku lewati.

Aku yang selalu diam ketika berada diantara teman-teman angkatan juga karena aku tahu mereka akan memihak kepada mu, mereka teman-teman baik mu. Aku tidak ingin ada perselisihan yang timbul seperti saat-saat kita ada di Bogor. Aku hanya selalu bisa mendukung mu untuk setiap kegiatan mu.

Aku yang mencoba menggali informasi dari ka fera mengenai hubungannya dengan ka rico yang dulu notaben nya mereka satu angkatan yang jadian. Aku juga yang coba menggali informasi dari Ibu Eny dengan almarhum suaminya yang juga dulu satu angkatan yang berhasil maju ke jenjang pernikahan.

Dan aku yang selalu bercerita tentang usaha-usaha ku kepada titus dan rido.

Ketika setiap usaha ku untuk mendekatimu selalu berakhir dengan penolakan, setiap komunikasi terkadang tak kunjung ada balasan, dari situ aku jadi berpikir kalo aku mungkin hanya bisa berkomunikasi satu arah, lewat grup holiday~,  mencoba untuk mengabari setiap kegiatan ku diluar kantor, agar tidak ada informasi yang terlewatkan.

Bertahan dengan kondisi itu tanpa ada kabar sedikit pun dari mu, bukan lah hal yang sebenarnya aku harapkan.

Lambat laun pun engkau seolah menghilang dari jangkauan ku dan aku sadar bahwa kau mungkin sedang bersama dengan orang yang sekarang menjadi prioritas mu. Mau bagaimana pun aku turut senang jika itu memang pilihan mu.

Sungguh beruntung ia yang selalu mendapatkan kabar dari mu, yang selalu bisa diandalkan, walaupun yang aku tahu dirimu sangat mandiri.

Sekarang usaha dan perjuangan itu hanya ada dalam sebuah doa yang selalu aku panjakan pada-Nya.

“Tugas ku hanya sebatas mencintai, bukan memaksa agar dicintai. Aku percaya setiap hati pasti ada pemiliknya masing-masing dan seandainya pemilik hati kamu adalah aku, kemana pun kamu pergi, hati itu akan kembali ke pemilik sejatinya dan Allah punya seribu cara untuk mendekatkan kita lagi” Quote

Happy Ending?
I hope so..

Tidak ada komentar: