Jumat, 20 Oktober 2017

20 Oktober 2017
15.45 WIB
Jakarta

Untuk pertama kalinya setelah dua puluh lima tahun lebih menjalani kehidupan dunia,
berusaha untuk mengungkapkan perasaan ku kepada seorang wanita yang sedang diperjuangkan.

Entah harus bersyukur atau menyesal
di kemudian hari
hanya waktu yang bisa menjawabnya

Berawal dari
Pagi hari ini aku mencoba untuk menyelesaikan agenda kegiatan yang sudah aku rancang sebelumnya, yakni mengurus perpanjangan SIM A yang akan kadaluarsa pada 13 November 2017, tepat pada ulang tahun ku yang ke-26. Kemudian di pagi hari aku mendapatkan kabar bahwa SK pemberhentian kerja ku di kantor yang lama sudah selesai, sehingga kuputuskan untuk mengambil SK tersebut selepas Shalat Jumat.

Aktivitas hari ini dimulai dari Gedung Graha Elnusa, pagi ini teman ku dari Solo menelpon menanyakan kabar tentang diriku di kantor yang sudah aku tinggalkan. Ia merasa heran kenapa tidak ada foto-foto perayaan yang biasanya dilakukan oleh angkatan ku ditempat kerja yang lama.

Kemudian aku menjawab dengan jawaban seadanya, aku tidak mampu jika sebuah perpisahan harus dilakukan dengan perayaan mentraktir, itu yang menjadi "syarat atau permintaan teman-teman angkatan ku", dikarenakan kondisi keuangan ku sendiri yang tidak akan stabil dalam beberapa bulan ke depan. Entah itu adalah sebuah candaan atau bukan yang terpenting aku sudah mencoba mengutarakannya kepada teman-teman ku.

Lalu aku justru mendapatkan nasehat dari teman ku di Solo, mungkin ada yang salah mengenai sikap ku dengan teman-teman angkatan, hingga sampai tidak ada yang peduli dengan kepergian mu itu,

Sontak aku menjawab untuk menjelaskan secara singkat, ya begitu lah aku memposisikan diriku diangkatan ku, si serius tapi santai "sersan"
aku akan datang untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan bantuan tapi aku menghindar dari kegiatan yang bersifat bersenang-senang, karena aku merasa tidak cocok dengan pergaulan mereka.

Teman ku hanya menanggapi, semoga di tempat baru kamu bisa memperbaiki diri dan lebih baik lagi.

Jawabku iya semoga aku bisa lebih baik lagi, karena nanti aku termasuk yang paling tua usianya hahaha

Kemudian setelah obrolan itu berakhir, aku berangkat menuju tempat perpanjangan SIM di daerah Kebayoran,
Banzaii akhirnya SIM A ku baru lagi dan aktif sampai dengan tahun 2022, fotonya jelek syekali hahahaha

Setelah itu aku kembali lagi ke Graha Elnusa lantai 13, selepas shalat Jumat aku bertemu dengan sahabat ku dan teman-temannya untuk pamitan karena aku akan cukup lama untuk tidak bertemu dengan mereka lagi. Rasanya puas masih bercanda tatap muka dengan mereka ini..
Pesan mereka hanya satu, pergi sana pamitan dan utarain perasaan mu pada wanita yang sedang diperjuangkan itu.

Semangat dari mereka pun menular kepada ku dan aku akhirnya memberanikan diri untuk bertemu dengannya.

Sebelumnya aku sempat kan terlebih dahulu untuk membeli buah tangan, sebagai pengganti permintaan teman-teman yang meminta traktiran, entah aku yang bego atau apalah aku ini yang hanya ingin membuat mereka tersenyum bahagia.

Tik Tok Tik Tok sebelum waktu menunjukan pukul 15.45 itu aku baru tiba di Kantor lama ku, bertemu dengan rekan kerja ku untuk mengambil surat SK dan aku meminta tolong rekan ku untuk mengantarkan buah tangan ke ruangan yang sudah aku beritahu padanya. Setelah itu aku menelpon dirinya dan meminta untuk bertemu dengannya di tempat biasa aku parkir kendaraan.

Mendengar suara langkah kaki nya yang khas, aku sudah sadar kalau dia sedang menuruni anak tangga.

dan kemudian kami bertemu,

dirinya mengenakan kerudung dan sepatu pink, salah satu warna favoritnya, sungguh cantik dirinya dan lebih dari itu ketika dia tersenyum, damai hati ini. itulah salah satu alasan kecil aku jatuh hati padanya

entah tadi aku lancar berbica atau tidak yang pasti aku coba untuk berbicara sejelas mungkin, meskipun dengan persiapan yang minim.

coba untuk melanjutkan pembahasan surat yang telah aku berikan seminggu sebelumnya,

*flashback*
saat itu jujur aku blank ketika duduk disampingnya menyuruh dia untuk membaca surat yang mewakili isi hati ku selama ini, karena aku tahu aku akan kesulitan untuk berbicara,
entah waktu yang pas atau bagaimana saat dia sedang membaca surat itu, pas adzan maghrib, alhamdulillah akhirnya aku izin untuk shalat terlebih dahulu dan karena itu malam jumat jadi sehabis shalat maghrib aku baca surat yasin dulu sambil menunggu isya, selepas shalat isya, bodoh nya aku malah tidak kembali lagi ke ruangannya, hahaha emang dasar cupu aku ini, bingung coba mau ngapain padahal rencana udah banyak, ring ukuran 13 (my lucky number) sudah aku bawah juga setiap saat, cuma yaa saat itu basah kuyup juga baju karena habis dari bank, dan kondisi mengantuk karena semalaman bikin suratnya, kerjaan numpuk karena dapat limpahan PR kerjaan dari rekan kerja yang baru pindah, terus musti rapihin file kerja sendiri karena minggu depannya mau banyak ngambil cuti untuk ngurus administrasi surat-menyurat di Bandung, sambil packing barang-barang plussss nyicil Tesis..

*udah selesai flashback nya*

pertama-tama, aku menyampaikan permohonan maaf karena sikap dingin ku pada dirinya dan sampai dengan bodohnya aku dulu bilang mungkin engga kali yaa kalo sama kamu, jujur aku nyesel sekarang kaa dan sadar yaa itu jadi dosa ku juga

kemudian obrolan kita mengalir, diselingi dengan penjelasan-penjelasan ku mengenai isi surat yang sudah dia baca sebelumnya,

yaa sepertinya isi surat itu ada benarnya juga untuk bagian akhirnya
(btw kelebihan ku yaitu selalu mengingat hal-hal kecil, jadi inget lagi waktu ngejelasin detail lokasi rumah mu, kamu sendiri dulu yang bilang kalo ibu mu jadi suka mobil warna putih, ya aku ngeuh disitu dari foto keluarga sehabis lebaran *waktu itu masih di bogor* dan dari mobil udah sama seperi kondisi yang diceritakan, sama inget alamat di ktp)

suka ketawa-ketiwi sendiri kalo inget aku yang dulu ngejar shalat jamaah di mesjid al hikmah tiap subuh, dzuhur, ashar, maghrib, isya, bolak balik dari hotel ke mesjid, demi coba ketemu dengan seseorang yang aku harapkan aku bertemu disana ketika shalat.

kata-kata mu tadi masih terngiang jelas di dalam pikiran ku, namun aku sudah terima dan legowo dengan keputusan mu itu.

masih ada banyak kekurangan yang ada pada diriku ini  dan mungkin kau tidak menyebutkannya tadi, sehingga itu yang menjadi alasan dibalik keputusan mu.

hanya saja ada hal yang membuat ku miris mengenai alasan mu yang men-judge diri ku ini yang mendekati banyak wanita (entah ini jadi alasan utama atau bukan), untuk berbicara dengan seorang wanita saja aku selalu membuat jarak untuk tidak saling berdekatan, untuk berjabat tangan pun aku selalu berpikir dua kali untuk melakukannya, karena bersentuhan dengan yang bukan hak nya, itu sebuah kesalahan.

aku sangat sedih mendengar hal ini, perasaan jadi campur aduk dan bingung untuk membedakan mana sifat supel antara hubungan pertemanan dan hubungan pekerjaan, sebelumnya aku sudah mencoba untuk selalu mengabari secara langsung pada dirimu dengan siapa aku akan pergi namun karena hal ini juga aku menjadi malu sendiri karena aku sadar aku bukan siapa-siapa untuk mu

rasanya tadi itu aku ingin sekali mengundang semua teman-teman ku baik pria maupun wanita yang selalu mendengar curhatan ku, dimana orang yang aku ceritakan kepada mereka semua itu adalah dirimu

selepas malam itu di Bogor dan sampai dengan saat ini aku hanya berusaha untuk mu dan memperjuangkan mu.

namun kamu menerima informasi dari orang-orang yang hanya melihat tanpa mengerti situasi dan kondisi saat itu, karenanya aku coba untuk meredam pernyataan mu dengan menerima semua apa yang kamu ucapkan ditambah dengan upaya untuk menjelaskan dengan singkat serta dengan jawaban ya mungkin ini dosa ku (merujuk pada permohonan maaf ku di awal)

jujur tadi aku ingin sekali menyuruh mu untuk melihat isi komunikasi dan chat di hp ku, kapan pun kamu menginginkannya akan kuberikan meskipun aku tahu hal itu tidak akan merubah keputusan mu tadi

aku akan terus berusaha menjadi lebih baik

pertama
2008 aku pertama kali jatuh hati pada seseorang ketika masih SMA yang kini sudah menikah dan tinggal di Surabaya

kedua
2012 untuk kedua kalinya aku dibuat nyaman oleh seseorang ketika Kuliah tingkat 3 dan sekarang dia sudah tunangan dan tinggal di Jakarta

ketiga
aku dipertemukan dengan dirimu, dengan seseorang yang selalu aku panjatkan dalam doa ku pada-Nya.

karena aku yakin dan percaya kamu adalah jawaban dari-Nya.

Usaha ku saat ini hanya tinggal melaui doa kepada-Nya, semoga semuanya masih dapat dipersatukan. karena perjuangan masih sangat panjang jalannya.

Jaga kesehatan selalu jangan sampai sering sakit..

life is like riding a bicycle, to keep your balance you must keep moving

Tidak ada komentar: