Bismillahirrahmanirrahim
Semoga menjadi yang pertama dan yang terakhir..
:)
Mari buka lembaran baru
PENUH DENGAN INSPIRASI
Semua dari apa yang ada di dalam tulisan ini merupakan kisah dari pengalaman hidup saya. Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mungkin tidak dapat saya sebutkan satu persatu namun telah memberikan insipirasi yang begitu luar biasa ke dalam hidup yang sedang saya jalani ini.
Sabtu, 14 Maret 2020
Senin, 20 Mei 2019
Kamis, 17 Januari 2019
Memulai lembar baru dengan semangat di awal tahun dengan tag 2019 Menjemput Jodoh
Depok, 17 Januari 2019
Perjalanan tugas (dinas) pertama di kantor yang ketujuh ku ini yaitu berangkat ke Jakarta,
Padahal sebelumnya untuk berangkat tugas kantor selalu pergi keluar pulau Jawa
Aneh rasanya untuk harus jadi pendatang ditempat aku tinggal sebelumnya
Perjalanan dari Dumai ditempuh dengan menggunakan Pesawat Pelita Air Service yang merupakan pesawat khusus perusahaan
13 Januari, setibanya aku di Jakarta mendarat di Halim Perdana Kusuma aku langsung menuju suatu tempat di Pancoran atau lebih tepatnya di jalan Pancoran Timur. Di sambut dengan turunnya air hujan yang membahasi jalanan yang kering, aku duduk sejenak di sebuah Warung Kopi tepat disamping rumah yang menjadi tujuan pertama ku. Tepat pukul 13.13 siapkan handphone, kucari namanya di kontak dan mulai nada telepon berdengung ..........
14 Januari,
............
15 Januari
...........
16 Januari
...........
17 Januari
..........
Depok, 17 Januari 2019
Perjalanan tugas (dinas) pertama di kantor yang ketujuh ku ini yaitu berangkat ke Jakarta,
Padahal sebelumnya untuk berangkat tugas kantor selalu pergi keluar pulau Jawa
Aneh rasanya untuk harus jadi pendatang ditempat aku tinggal sebelumnya
Perjalanan dari Dumai ditempuh dengan menggunakan Pesawat Pelita Air Service yang merupakan pesawat khusus perusahaan
13 Januari, setibanya aku di Jakarta mendarat di Halim Perdana Kusuma aku langsung menuju suatu tempat di Pancoran atau lebih tepatnya di jalan Pancoran Timur. Di sambut dengan turunnya air hujan yang membahasi jalanan yang kering, aku duduk sejenak di sebuah Warung Kopi tepat disamping rumah yang menjadi tujuan pertama ku. Tepat pukul 13.13 siapkan handphone, kucari namanya di kontak dan mulai nada telepon berdengung ..........
14 Januari,
............
15 Januari
...........
16 Januari
...........
17 Januari
..........
Minggu, 18 November 2018
Dumai, 18 November 2018
Akhir-akhir ini entah kenapa aku selalu mendapatkan mimpi tentang dia...
Yaa, diaa
Dia yang saat ini mungkin sudah bahagia dengan seseorang yang baru dikenalnya
Satu Minggu aku habiskan waktu libur bersama keluarga di Bandung, bertemu dengan kawan lama dan mengantar berobat orang tua ke Tasikmalaya.
Hari Minggu aku beranjak ke BSD, selanjutnya keesokan harinya aku pergi ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing Tugas Akhir dan dengan masih cerita yang sama.
Kemudian aku sempatkan berkunjung ke rumah teman ku di Bekasi yang mana dulu aku dan dia pernah pergi bersama ke rumahnya setelah kegiatan Radana Run tahun 2016. Sebenarnya pada saat itu aku meminta teman ku itu untuk menjadi wali ku dengan harapan aku dapat bersamanya dengan dia.
Hari terakhir ku di Jakarta sebelum beranjak ke Dumai kusempatkan berkunjung ke kantor lama ku di Bogor dan Jakarta untuk berjumpa dengan Mas Adi dan Bu Dini yang sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu.
Waktu mengalir begitu cepat apalagi ketika aku berada di kantor lama ku di Jakarta, berharap untuk dapat bertemu dengan dia secara tidak sengaja tapi justru aku bertemu dengan kawan lama ku disana dan aku sempat di bully karena aku yang tertolak ini hahaha dasar mbak eja dan mbak piput, aku habis di bully nya, tapi yaa itu lah kondisi ku sekarang sehingga akhirnya hampir semua orang tahu status ku ini.
Barankali ini mewakilimu, maka saya tuliskan.
Akhir-akhir ini entah kenapa aku selalu mendapatkan mimpi tentang dia...
Yaa, diaa
Dia yang saat ini mungkin sudah bahagia dengan seseorang yang baru dikenalnya
Satu Minggu aku habiskan waktu libur bersama keluarga di Bandung, bertemu dengan kawan lama dan mengantar berobat orang tua ke Tasikmalaya.
Hari Minggu aku beranjak ke BSD, selanjutnya keesokan harinya aku pergi ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbing Tugas Akhir dan dengan masih cerita yang sama.
Kemudian aku sempatkan berkunjung ke rumah teman ku di Bekasi yang mana dulu aku dan dia pernah pergi bersama ke rumahnya setelah kegiatan Radana Run tahun 2016. Sebenarnya pada saat itu aku meminta teman ku itu untuk menjadi wali ku dengan harapan aku dapat bersamanya dengan dia.
Hari terakhir ku di Jakarta sebelum beranjak ke Dumai kusempatkan berkunjung ke kantor lama ku di Bogor dan Jakarta untuk berjumpa dengan Mas Adi dan Bu Dini yang sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu.
Waktu mengalir begitu cepat apalagi ketika aku berada di kantor lama ku di Jakarta, berharap untuk dapat bertemu dengan dia secara tidak sengaja tapi justru aku bertemu dengan kawan lama ku disana dan aku sempat di bully karena aku yang tertolak ini hahaha dasar mbak eja dan mbak piput, aku habis di bully nya, tapi yaa itu lah kondisi ku sekarang sehingga akhirnya hampir semua orang tahu status ku ini.
Barankali ini mewakilimu, maka saya tuliskan.
Aku tahu kamu punya rasa
kepada ku. Aku juga senang dengan kenyataan itu. Tapi, kamu harus tahu kamu
punya seseorang dan aku masih sendiri.,Itulah kenapa kita harus
memilih jalan bersimpang. Kembali ke jalur masing-masing, kembali menjadi dua
orang asing.
Memang betul tak ada yang salah dengan perasaan. Hanya saja, menerima perasaanmu adalah cara ku menyakiti perasaan seseorang, yang mungkin saja lebih dalam dari apa yang aku rasakan. Bukan maksud mendangkalkan apa yang ada, kita bertemu di waktu yang tidak tepat. Kita harus sepakat untuk tidak menjalin dan tidak mengikat.
Teruskanlah perjalananmu. Biar aku lanjutkan langkah-langkah ini. Kamu pasti nanti mengerti, kenapa aku memilih untuk tidak melanjutkan usaha atau perjuangan. Kamu nanti pasti akan paham, kenapa aku lebih mencoba mengabaikanmu meski perasaanmu cukup dalam.
Aku tetap menghargai mu, karena kamu sangat berharga. Mungkin kita hanya sedang tidak saling membutuhkan. Kita sebatas saling ingin mencoba, bukan untuk bertahan sepanjang usia.
Jika tawaran hanya itu, seseorang yang bersamamu sudah mengikat lebih dulu. Seseorang yang nanti akan bersamaku juga nanti sudah lebih dalam menanam dirinya di diriku.
Memang betul tak ada yang salah dengan perasaan. Hanya saja, menerima perasaanmu adalah cara ku menyakiti perasaan seseorang, yang mungkin saja lebih dalam dari apa yang aku rasakan. Bukan maksud mendangkalkan apa yang ada, kita bertemu di waktu yang tidak tepat. Kita harus sepakat untuk tidak menjalin dan tidak mengikat.
Teruskanlah perjalananmu. Biar aku lanjutkan langkah-langkah ini. Kamu pasti nanti mengerti, kenapa aku memilih untuk tidak melanjutkan usaha atau perjuangan. Kamu nanti pasti akan paham, kenapa aku lebih mencoba mengabaikanmu meski perasaanmu cukup dalam.
Aku tetap menghargai mu, karena kamu sangat berharga. Mungkin kita hanya sedang tidak saling membutuhkan. Kita sebatas saling ingin mencoba, bukan untuk bertahan sepanjang usia.
Jika tawaran hanya itu, seseorang yang bersamamu sudah mengikat lebih dulu. Seseorang yang nanti akan bersamaku juga nanti sudah lebih dalam menanam dirinya di diriku.
Aku adalah seseorang pria yang akan jatuh hati pada seorang wanita yang memerlukan waktu yang tidak sebentar, apalagi untuk urusan melupakan, rasanya tidak mudah.
Yaa entah apa dengan arti semua mimpi ini...
All is well
keep moving forward
Minggu, 21 Oktober 2018
Pekanbaru, 06 Oktober 2018
Dinner Invitation
Dear
20 Oktober 2018
Semoga kamu bahagia dengan seseorang yang kutahu kamu sedang dekat dengannya saat ini, aku hanya bisa berdoa semoga dia yang terbaik bagimu.
Dan sekarang izin bagiku untuk beranjak pergi dari semua usaha yang sudah kulakukan ini.
Dinner Invitation
Dear
Assalamualaikum,
Apa kabar ?
Semoga dalam keadaan sehat selalu ya
Sebelumnya mohon maaf kalau ganggu dan sengaja wildan tulis pesan lewat email karena dirasa ada banyak hal yang sudah berubah.
Oh iya kemarin sebelum ujian AAMAI bulan September, wildan ngirim bingkisan ke kantor haka, itu dibantuin sama pak heru (OB tim OG dulu), soalnya baru sekarang ngerasa jauh kali penempatan tugas kerja di dumai ini, tapi intinya semoga haka dapat hasil yang terbaik untuk setiap ujiannya, Aamiin.
Disamping itu, kalau boleh cerita, wildan juga setahun terakhir ini coba belajar untuk jadi orang baik atau ya lebih tepatnya memahami arti kata orang baik itu sendiri.
Jujur , wildan masih sering terbayang tentang haka sejak satu tahun yang lalu di bulan Oktober itu dan hingga sampai saat ini.
Sering banget dulu wildan cek IG, cuma untuk liat yang namanya story, sampai keseringan buka IG akhirnya gak sengaja ke klik tombol unfollow, coba untuk follow lagi tapi kayaknya gak pernah di accept. terus habis itu sering banget buka WA cuma buat liat status online atau cuma pengen tau apa pesan WA itu dibaca atau engga, sampai suatu ketika tersadar banyak waktu terbuang karena hal ini, akhirnya wildan coba untuk leave di setiap grup WA. Terasa kekanak-kanakan atau egois yaa, wildan cuma bisa minta maaf sekali lagi, sampai sekarang wildan masih belum bisa untuk buat komunikasi dengan baik.
Pada akhirnya diam-diam, hati wildan masih menyimpan harapan, tidak untuk memaksakan tapi mendoakan. Bila diizinkan, wildan ingin duduk bareng haka berbicara banyak hal sampai habis kata-kata dan sampai lupa kalau wildan bukan siapa-siapa.
Bulan Oktober ini insyaAllah satu tahun wildan selesai masa pendidikan dan baru diperbolehkan pulang semenjak karantina pendidikan.
Tanggal 20 Oktober jadwal pesawat dari dumai menuju jakarta dan sebelum pulang ke bandung, wildan ingin sekali berjumpa dengan haka.
Sabtu, 20 Oktober 2018
20.00 WIB
Tolong abaikan pesan ini, kalau kesempatan kedua itu memang tidak akan pernah ada.
20 Oktober 2018
Dan pada akhirnya aku tahu jawaban dari mu dengan ketidakhadiran mu semalam.
Itu sudah cukup menjawab semua pertanyaan ku selama setahun terakhir ini.
Terima kasih.
Selasa, 25 September 2018
Langganan:
Postingan (Atom)

